Tuesday, March 29, 2005

Botol-botol cairan pembersih

Setelah beberapa hari ini saya lebih mikirin tentang limbah2 plastik, saya kembali disadarkan bahwa ternyata botol2 cairan pembersih juga merupakan limbah yang jadi masalah..meskipun bedanya, mungkin botol2 yang seperti ini lebih mempunyai harga ketika para pemulung menjualnya di tempat tertentu dan penanganannya sudah lebih dulu dipikirkan..tapi koq rasanya saya jadi punya katakutan sendiri dengan botol2 seperti ini..saya jadi mikir "gimana kalau botol ini ternyata tidak berharga untuk para pemulung tersebut dan mereka membiarkannya di tumpukan sampah" atau " gimana kalau botol plastik ini terlewat oleh para pemulung tersebut" terus saya mikir lagi..jadi apa yg bisa dilakukan ya..untuk beli cairan pembersih isi ulang, sama aja karena pouch/pembungkusnya juga terbuat dari plastik..bahkan mungkin plastik dengan bentuk seperti ini justru plastik yang tidak akan laku dijual oleh para pemulung dan mereka akan membiarkannya di tumpukan sampah..kalau kita beli kemasan botol terus, harganya pasti lebih mahal (meskipun setelah saya iseng menghitung dengan cermat pada sebuah produk dan membandingkan harga kemasan refill dengan kemasan botol dengan isi yang sama ternyata lebih mahal jika kita membeli dengan isi ulang --> tapi nggak semua produk lhoo..) dan botolnya juga akan memenuhi rumah kita kalau kita nggak tega untuk membuangnya..kemudian saya jadi AGAK menghayal MUNGKIN..
ehem, mungkin gak ya kejadiannya akan lebih baik kalau prudusen produk pengguna botol plastik ini bikin pos/sejenis counter yang bisa melayani isi ulang dengan cara konsumennya bawa botol sendiri dari rumah dan membeli cairan tersebut dengan meng-isi-kan botol yang mereka bawa dari rumah tersebut..ga semua produsen pastinya bisa bikin usaha kayak gini, tapi untuk produsen besar misalnya 1 produk shampoo merek PANTENE dan produsen besar lainnya mungkin bisa memulai hal seperti ini..nggak praktis mungkin bagi banyak orang, tapi saya percaya buat orang2 yang concern dengan masalah lingkungan, hal kecil yang bisa kita lakukan (sebagai konsumen) ini bisa jadi kepuasan tersendiri ketika kita melakukannya..buat yang berhemat juga pasti akan lebih seneng karena cost yang biasanya dikeluarin untuk beli pembungkusnya bisa dikurangi dengan langkah seperti ini..kemudian mucul pertanyaan lagi : kira2 hal seperti ini bisa membantu perbaikan lingkungan kita dan mengurangi penggunaan bahan plastik nggak ya?? dan untuk realisasi hal seperti ini juga SUATU HARI MUNGKIN BISA TERJADI NGGAK YAAAA?????

4 Comments:

Anonymous Anonymous said...

How long does it take for rubbish to breakdown?
- Orange and banana peel up to 2 years
- Cigarette butts 1-5 years
- Wool socks 1-5 years
- Plastic-coated paper 5 years
- Plastic bags can take between 20 and 1000 years
- Plastic film containers 20-30 years
- Nylon fabric 30-40 years
- Leather up to 50 years
- Tin cans 50 years
- Aluminium cans 80-100 years
- Glass bottles 1 million years
- Plastic bottles indefinitely

banyak info tentang plastic bag di http://cleanup.com.au/Main.asp?Requesttype=Doc&DocID=79&CatID=116
moga bisa ngebantu :)

-meidi

7:31 AM  
Blogger Evelyn dan Nadya said...

meidi thanks a lot ya infonyaaa...xoxo..

3:25 PM  
Anonymous vanya said...

saya setuju mengenai adanya refill ulang untuk shampoo..dan product2 lainnya. memang terkesan tidak praktis (mungkin ini bagi orang indonesia yang sangat malas). tapi sebenernya justru praktis, karena kita tinggal bawa botol buat diisi ulang dan ngga perlu nambah sampah dirumah. Tapi sekarang yang repot karena banyak pabrik yang mendapatkan keuntungan dengan adanya produksi kemasan untuk product seperti shampoo itu...yah..karena negara kita dan negara lainnya itu masih mikin duitnya aja..jadi kita sering kali lupa tentang hal2 lingkungan lain yang juga sangat penting

3:51 PM  
Blogger RoNNie said...

Saya setuju kalo yg udah beli plastik dipakenya seumur hidup aja...jadi kalo udah beli shampo tinggal bawa bekasnya trus diisi sendiri di supermarket, begitu juga dengan kantong kresek jadi kalo abis belanja disimpen buat belanjaan yg baru, sama halnya juga kalo abis makan batagir harap plastiknya dicuci lagi dan kalo pesen tinggal bawa plastik yg lama, jadi Indonesia bebas dari sampah .....

10:54 AM  

Post a Comment

<< Home